Imunisasi Hepatitis B Pada Bayi

By | 1st July 2015

Imunisasi hepatitis B pada bayi di berikan sebagai pencegahan untuk menghindari tertularnya bayi dari penyakit hepatitis B. Dosis pemberian imunisasi ini hanya di berikan 3 kali, jika di berikan hanya 2 kali atau 1 kali saja , maka imunisasi ini tidak maksimal. Sehingga virus hepatitis B masih bisa menyerang bayi. Karena itu demi terjaganya bayi dari virus hepatitis B, Sebaiknya lakukan imunisasi.

imunisasi

Imunisasi hepatitis B pada bayi dan orang dewasa telah tersedia selama lebih dari 20 tahun, tetapi transmisi parinatal dan paparam terhadap virus pada  awal kehidupan merupakan sumber penularan utama. Asia tenggara merupakan daerah endemik infeksi virus hepatitis Bdan resiko infeksi selama hidup bervariasi dari 60-80% . Transmisi vertikal merupakan sumber infeksi utama di seluruh dunia. Sekitar 70% kasus hepatitis B virus dan menahun luput dari diagnosis . Akibatnya , penyakit itu berisiko menjadi penyakit hati menahun dan tidak dapat pengobatan. Hepatitis B virus yang tidak mendapat pengobatan itu dapat menjadi penyakit hepatitis menahun , kanker hati, dan sirosis hati yang mengakibatkan tranplantasi hati dan kematian.

Virus hepatitis B merupakan virus DNA yang termasuk golongan Hepadnaviridae. Genome virus ini mempunyai 4 buah open reading frame : inti, kapsul, polimerase, dan X. Gen inti mengkode protein nukleokapsid yang penting dalam membungkus virus dan HBeAg. Gen permukaan mengkode protein pre-S1, pre-S2, dan protein S. Gen X mengkode protein X yang berperan penting dalam proses karsinogenesis.

Sampai saat ini terdapat delapan genotipe virus Hepatitis B: genotipe A, B, C, D, E, F, G, H. Genotipe B dan C paling banyak ditemukan di asia. Selain transmisi vartikal, virus Hepatitis B dapat ditransmisikan dengan efektif melalui cairan tubuh dan melalui membran mukosa. Penularan yang lebih rendah dapat terjadi melalui kontak dengan penderita Hepatitis B, hemodialisis, paparan terhadap pekerja kesehatan yang terinfeksi, alat tato, alat tindik, hubungan seksual, dan inseminasi buatan. Selain itu penularan juga dapat terjadi melalui transfusi darah dan donor organ. Hepatitis B dapat menular melalui pasien dengan HBsAg yang negatif tetapi anti-HBc positif, karena adanya kemungkinan DNA virus hepatitis B yang bersirkulasi, yang dapat dideteksi dengan PCR (10-20% kasus). Virus hepatitis B 100 kali lebih mudah menular dibanding dengan virus HIV dan 10 kali lebih menular dibanding dengan virus hepatitis C. Karena mudahnya menular ini, maka imunisasi hepatitis B pada bayi menjadi sangat diperlukan.

Imunisasi Hepatitis B Pada Bayi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *